Thursday, August 13, 2009

mental breakdown

Kenapa yah belakangan ini banyak artis2 yang mengalami mental breakdown?? Saya nggak tau definisi ilmiahnya sih, tapi kalo boleh dibilang dengan gamblang, mereka tiba2 jadi seperti orang gila. Ehm, crazy is a pretty strong word, tapi kayaknya cukup mewakili perilaku mereka yang aneh2 itu sih.. Dulu kita semua tau ada artis hollywood berinisial BS yang cukup lama menjadi headline dunia hiburan karena ulahnya yang macem2 itu. Baru2 ini ada lagi artis hollywood berinisial MB yang kabarnya masuk rumah sakit karena alasan psikis. Well well, artis indonesia juga nggak mau kalah dong. Baru 2 hari yang lalu saya iseng2 liat youtube (taunya juga dari teman melalui facebook), katanya ada artis berinisial M yang bikin video aneh. Karena penasaran dengan teman saya yang ngabarin di facebook, saya segera lihat youtube. Dan ternyata memang videonya aneh. Lebih tepatnya, attention-seeking banget. Masa merekam diri sendiri lagi nangis2 terus di-upload di internet? Buat apa coba..

Entah kenapa, pas ngeliat video itu, saya lalu bertanya2, apa orang ini sedang mengalami indikasi mental breakdown juga yah? Dan entah kenapa juga, saya yakin bahwa jawabannya iya hahahaha call me cruel, call me evil ;p Apalagi pas saya melihat video2 berikutnya, yang isinya M sedang nyanyi2 trus ngata2in teman2 SD nya yang katanya dulu jahatin dia sambil ketawa menggila gitu, dalam hati saya bilang, wah ini sih indikasi bipolar disorder nih.. Abis nangis2 terus ketawa2, nari2, ngata2in orang.. Mohon dimaklumin yah, saya adalah psychologist-wanna-be, jadi ada kecenderungan melihat orang melalui kacamata teori2 psikologi, apalagi kalo perilakunya udah menjurus ke abnormalitas hihihihi..

Sebenernya kalo mau lebih jeli melihat orang2 di sekitar kita, banyak juga orang biasa yang mengalami mental breakdown. Cuma, kadang tidak terdeteksi, karena pihak keluarga pasti berusaha menutupi2.. Sekarang ini tahun 2009, tapi kalo mau ngomongin orang2 dengan gangguan jiwa, kayaknya nggak beda jauh deh sama jaman dulu. Orang2 yang mengalami gangguan jiwa pasti udah keburu dicap negatif dulu, sampe2 pihak keluarga memandangnya sebagai aib. Dikucilin, ditelantarkan di rumah, dikurung, atau dikirim ke desa biar nggak ada yang tau.. Aneh yah, orang bisa dengan santai bilang, "Suami saya kena stroke", tapi mana bisa bilang "Suami saya kena skizofrenia?" Mungkin ini juga yang memotivasi saya untuk menjadi psikolog klinis. Saya terbeban dengan mereka2 ini, orang2 yang ketika sudah didiagnosis menderita gangguan tertentu, biasanya akan 'dibuang'. Apakah kita nggak sadar bahwa mereka ini, meskipun memiliki embel2 gangguan kejiwaan, tetap manusia? Punya hati, punya perasaan..
Dan lagi, diagnosa ini bukan harga mati kok. Dalam artian, meskipun menderita gangguan kejiwaan, mereka sebenarnya tetap bisa berkarya asal masyarakat mau sama2 memfasilitasi. Buktinya, Robert Schumann, salah satu pianis terbesar zaman romantik, adalah salah satu penderita bipolar disorder. Tapi justru di saat2 dia mengalami perubahan mood yang ekstrem itu lah, karya2nya dihasilkan..

Salam,

natalie_ijonk

No comments:

Post a Comment