8 Agustus 2009, acara ulang tahun keponakan yang bertempat di sebuah salon nailspa di Jakarta Selatan.
Mama mertua dari kakak laki-laki saya (MMKLS) :" Lia, kok sekarang gemuk amat nih.."
Saya :" Hehehe.. Iya nih, Tante. Lagi liburan sih.." (sambil tersenyum-senyum meringis)
MMKLS :" Kurusin dong. Tuh liat si cici (kakak perempuan saya), biarin anaknya udah dua, tapi badan tetep jadi.."
Saya: "Hehehe.." (masih tersenyum-senyum meringis)
MMKLS :" Yah.. Kasih deh 5 kg-nya ke si koko (kakak laki-laki saya memang dilahirkan dan ditakdirkan kurus), biar dia gemukan dikit.."
Saya: "Hehehe.."
9 Agustus 2009, pembicaraan telepon antara kakak perempuan dengan mama saya.
Kakak: "Ma, bilangin tuh si Lia, jangan makan mulu. Udah gemuk gitu.."
Mama: "Ah, dia emang makan mulu. Susah kalo dibilangin.."
Kakak: "Iya sih.. Tapi dia sekarang udah bulet banget lho. Nanti susah cari baju."
10 Agustus 2009, ketika membukakan pintu untuk mbak saya yang baru balik dari kampungnya.
Ibu Gina (nama mbak saya): "Asalamualaikum, Non."
Saya: "Walaikumsalam, Bu. Sehat-sehat nih?"
Ibu Gina: "Alhamdulilah, Non. Non juga kayaknya subur banget nih, Non?"
Saya: "Hah?"
Ibu Gina: "Gemukan, Non, maksudnya.."
Saya: "Hehehe.." (ketawa pasrah)
21 Agustus 2009, seusai menghadiri acara seminar di kampus. Pas mau keluar ruangan, eh berpapasan dengan salah satu dosen saya yang dulu mengajar Psikologi Faal, yang juga adalah seorang dokter.
Saya: "Halo, Dok."
Pak Dosen: "Eh, kamu. Gemuk amat nih sekarang?"
Saya: "Hehehe.. Dokter juga gemukan nih kayaknya?"
Pak Dosen: "Kalo dosen gemukan mah biasa.. Tapi beneran lho, kamu kok bisa gemuk banget gini sih?"
Saya: "Iya nih, Dok.. Nggak tau juga kenapa, hehehe.." (ketawa pasrah)
Teman-teman sekalian, sesungguhnya saya tidak tahu apa saya memang segemuk dan sebulet itu, sampe banyak sekali orang yang bilang saya gemukan. Percakapan yang di atas baru secuplik dari sekian banyak orang lain yang bilang hal yang serupa (pacar saya kayaknya yang paling sering kedua, setelah papa dan mama saya). Tapi setelah percakapan dengan dosen saya itu, saya merasa, mungkin ini cara Tuhan mengingatkan saya untuk menurunkan berat badan saya. Memang, angka di timbangan belum sampe bombastis banget sih, tapi kenaikannya sudah cukup signifikan lah.. Sejujurnya, saya termasuk orang yang beranggapan bahwa, untuk jadi seorang perempuan yang cantik tidak dibutuhkan badan yang kurus ceking. Makanya selama ini (yah at least sampai saat ini) saya tidak pernah berdiet. Ikut nge-gym pernah, tapi untuk semata-mata membuat badan lebih sehat.
Sooo... Mengingat besok adalah hari pertama puasa, saya dan 3 orang teman sudah berjanji untuk ikutan berpuasa. Bukan 100% puasa sih, tapi puasa karbohidrat saja :) dan tentu saja, makanan yang manis2 dilarang juga yah (kopi, es teh manis, biskuit, kue, dll). Doakan semoga berhasil yah dietnya hehehe..
Ps: Untuk semua orang yang sudah bilang saya gemukan, saya ucapkan terima kasih. Saya menganggapnya sebagai bentuk kepedulian kalian kepada saya dan bentuk motivasi bagi saya untuk bisa memiliki tubuh yang lebih sehat (dan singset tentunya hihihihi)..
Salam,
natalie_ijonk
No comments:
Post a Comment