Ceritanya kemaren saya pergi menonton kompetisi itu dengan guru piano saya. Tadinya nggak ada niatan mau nonton, karena tempatnya nan jauh di sana, dan saya tidak ada kendaraan.. Tapi nasib berkata lain, guru piano saya secara tiba2 ngajakin nonton dan pergi bareng, jadilah saya pergi. Kompetisi untuk piano dan biola ini dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan usia. Kategori A untuk usia 8-13 tahun, kategori B untuk usia 13-21 tahun, kategori C untuk usia 21-26 tahun (kalo nggak salah hehehe). Yang kemaren saya tonton adalah babak penyisihan kategori C dan babak semifinal kategori A. Karena ada embel2nya international competition, sudah bisa ditebak kalo pesertanya dari mana2, ada yang dari Thailand, Vietnam, Korea, China, bahkan katanya ada yang dari Afrika Selatan segala.. Sungguh terkagum2 deh dengan semangat anak2 ini untuk bertanding. Mereka rela datang jauh2 ke Indonesia, rela izin dari sekolah, rela latihan berjam2 untuk mencapai cita2nya.. Untuk kategori A, mereka harus main 1 etude dan 1 karya polifoni untuk penyisihan, dan 1 bagian sonata dan 1 lagu untuk babak semifinal. Semua karya dimainkan dengan HAFAL.
Satu kejadian yang cukup 'menampar' saya adalah pas saya melihat satu peserta dari Thailand main Chopin Etude op. 25 no. 9 'Butterfly'. Anaknya sih kecil, diperkirakan usia 8-10 tahun, kurus ceking pula, tapi tangannyyaaa dong, alamak! Jari2nya yang kurus2 dan panjang2 itu dengan terampilnya menari di atas tuts, persis seperti kupu2 *lebai mode ON* hehehe pas liat dia main, saya sempet flashback ke saat2 dimana saya main lagu itu.. Kira2 5 tahun yang lalu, pas saya masih PC 1. Saya belajar lagu itu kurang lebih 6-8 bulan, karena untuk bahan ujian tahunan. Walaupun lagunya cuman 2 halaman, dan kalo dimainin nggak nyampe 3 menit, tapi belajarnya susaaahhh banggeeet karena mesti lincah dan cepet, juga menuntut tangan untuk dibuka lebar2 (banyak not2 yg lompat).. Malahan dulu Ibu Kuei Pin udah rekomendasi untuk ganti lagu, karena katanya nggak cocok dengan tanganku yang 'agak2 pendek' hmmm..
Pas liat dia juga, terbersit perasaan malu, karena merasa anak2 ini pada hebat2 amat.. Kayaknya pas dulu saya seusia mereka, saya tidak sehebat dan sekeren itu (pastinya tidak ikut kompetisi tingkat internasional)..

Tapi peristiwa ini membuat saya berpikir, memang yah segala sesuatu yang dikerjakan dengan kerja keras dan perjuangan akan terlihat juga hasilnya, cepat atau lambat. Buktinya, anak kecil aja bisa kok main lagu yang tingkatannya advance. Mungkin dia harus latihan ekstra keras selama berpuluh2 jam, selama berbulan2, tapi kerja keras itu toh membuahkan hasil..Jangan pernah alasan, saya mah masih muda, saya mah kurang pengalaman, saya mah kurang ini kurang itu.. Fight for what you want, for what you believe in. Semangat berlatih lagi! (^_^)// thanks little kid for inspiring me through your performance yesterday.. Ayo latihan, latihan...
No comments:
Post a Comment