Thursday, September 30, 2010

kacang lupa kulitnya

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang dan berliku (ciieeellah..), pada desember 2009 saya akhirnya lulus interview untuk menjadi guru di sekolah musik tempat saya dulu belajar. FYI, saya belajar musik klasik untuk instrumen piano sejak saya berusia 6 tahun. Puji Tuhan, saya memiliki guru piano yang luar biasa berdedikasi pada murid-muridnya, sehingga karena beliau-lah saya masih berkecimpung di dunia musik sampai saat ini. Sampai saya telah menjadi guru pun, saya masih sering ‘berguru’ pada beliau, karena toh yang namanya belajar tidak akan pernah ada habisnya, am I right? =)

Ceritanya, karena masa-masa persiapan menuju ujian interview tersebut sungguh melelahkan dan menguras tenaga, jadi-lah ketika saya sudah lulus, saya ‘balas dendam’. Ha! Saya stop dulu main piano, dan leha-leha hahaha =b Artinya, kalau dulu menghabiskan berjam-jam di depan piano, sekarang waktu yang berjam-jam tersebut saya gunakan untuk hal lain, misalnya untuk ke mal, jalan-jalan, baca novel, nonton dvd, dll. Pokoknya, piano saya lupakan dulu sejenak. Nggak terasa, sudah hampir 10 bulan lamanya saya ‘meninggalkan’ piano saya. Ya ada sih, beberapa kali main, itu pun cuma ingin mencoba lagu-lagu yang hendak diberikan kepada murid. Nggak ada yang bener-bener belajar lagu baru yang level kesulitannya ‘cukup sulit’.

Nah, kemarin saya menemukan ‘titik balik’ saya. Jadi, kemarin saya ‘bertandang’ ke ruangan sebelah (di sekolah musik saya, ruang kelas dibagi menjadi beberapa ruangan kecil yang saling bersebelahan). Kita sebut saja teman saya sebagai Ibu P. Ibu P ini sedang mengajar seorang murid yang memang sudah terkenal sebagai anak berbakat di sekolah musik saya. Ibu P berkata, “ Sini Nat, liat murid gua main. Anaknya musikal banget.” Waktu itu ia memainkan Nocturne(lupa nomornya) karya musisi Prancis, Poulenc. Lagunya sangat manis dan mengalun, karena memang anak tersebut membawakannya dengan sangat musikal. Ckckckck padahal anaknya baru usia SMA! Dalam hati,
perasaan dulu pas gua SMA, kaga pernah deh dikasih lagu yang manis begitu. Selalu dikasihnya lagu yang berisik gonjrang-gonjreng, soalnya gua selalu dikomennya, “Mana feeling-nya? Ini mainnya kurang pembawaan!” Saking seringnya gua dibilang begitu, sampe gua pengen jawabin, “Emang feeling berapa duit sekilo??”.

So, sepulang dari ngajar, saya dipenuhi dengan semangat baru untuk main piano kembali. Saya membuka koleksi lagu-lagu lama yang dulu pernah saya mainkan, misalnya seperti Impromtu op. 90 no. 2 karya Schubert. I used to play this song a long time ago, maybe when I was in junior high school. Setelah mencoba-coba main kembali, ehh kok ngggak bisa?! Uuurrggh!! I’m totally frustrated. I know thing song, and I can (usually) play this song. But it turns out that I cannot play it any longer. Pada saat itu lah, saya mikir.. Saya ini kacang yang lupa akan kulitnya. Mentang-mentang udah jadi guru, bukan berarti stop latihan kan? Malah mestinya kita terus 'up grade' teknik permainan kita, biar nggak kalah sama murid-murid kita hehehe..

The lesson for today: terus berlatih (dan menjadi semakin baik)!! =)


Tuesday, September 28, 2010

my next step

Hello, bloggies! =b

Sudah lama juga tidak menulis di blog ini lagi… Belakangan ini, kesibukkan saya masih seputar kampus, lebih tepatnya dalam menyelesaikan skripsi saya. Rencananya, dalam 3 minggu ke depan, saya akan segera sidang skripsi. Mohon doanya biar sidangnya lancar, sukses, dan lulus yahhhhhhh… Padahal saya bukan termasuk orang yang pencemas, tapi entah mengapa kalau sudah menyangkut masalah ujian (terutama ujian lisan), saya agak2 parno gimana gittuuu.. Untungnya, saya mendaftar sidang skripsi ini bareng-bareng dengan my best friend, NM, sehingga agak2 berkurang deh kecemasannya. Semoga kita bisa lulus bareng yah temannnnn =) AMIN!

Btw.. Selain ngejelimet dengan urusan skripsi, pikiran saya belakangan ini lagi ‘dihantui’ oleh satu pertanyaan besar, yang biasanya hinggap pada orang-orang yang baru lulus : MAU NGAPAIN ABIS LULUS? Meskipun saya sekarang belum lulus, yahhh anggap saja saya cukup pede untuk mengatakan bahwa saya yakin lulus hehehe.. Sebenarnya saya tahu, jawaban normalnya cuma satu : KERJA. Atau, bagi sebagian perempuan, jawabannya : MENIKAH. Atau, ada lagi pilihan jawaban ketiga : NGANGGUR hihihihi ;p Tapi, sudah pasti, saya akan memilih jawaban yang pertama. Nah masalahnya, muncul lagi pertanyaan berikutnya : KERJA APA? Teman-teman saya yang baru lulus mayoritas bekerja di perusahaan sebagai HRD. Sebenernya pun, saat ini saya sudah magang di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Hanya sajaaaaaa… Saya tidak terlalu suka tipe pekerjaan rutin di belakang meja. Saya adalah ‘orang lapangan’. Saya suka bersentuhan langsung dengan orang-orang, dengan sumber masalahnya.

Sebagaimana yang telah saya tulis dalam entry sebelumnya, sejak satu tahun yang lalu saya sudah bekerja sebagai guru musik di salah satu tempat kursus musik di Jakarta. Saya mengajar praktek piano dan kelas teori musik untuk anak-anak. Kontrak pertama saya berakhir bulan Desember tahun ini, sehingga saya pun kembali bertanya-tanya : MAU PERPANJANG KONTRAK NGAJAR APA NGGAK? Sebenarnya bisa saja saya mengajar full-time, gajinya pun lumayan (kalau dibandingkan dengan gaji fresh graduate). Tapi konsekuensinya, saya menyia-nyiakan gelar sarjana saya… Sungguh dilematis! Saya punya satu teman lulusan psikologi yang sampai saat ini hanya bekerja sebagai guru les anak-anak SD. Mirisnya, kebanyakan orang akan memandang bahwa dia ‘tidak kerja’ atau ‘belum kerja’, melainkan ‘hanya ngajar’. Seolah-olah, mengajar itu bukan pekerjaan. Atau, apakah definisi bekerja yang sebenarnya adalah yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kita???

Mengenai pilihan jawaban yang kedua, yaitu menikah, sama sekali belum terpikir oleh saya untuk menikah dalam usia saya yang (menurut saya) masih sangat muda. Memang sudah ada beberapa teman yang telah menikah (dan saya sungguh menghargai pilihan mereka, juga mendoakan agar mereka bisa hidup bahagia), namun saya berpendapat bahwa : belum saatnya settle down di usia 20-an. Saya masih ingin merasakan hidup. Saya masih ingin jumpalitan cari duit biar bisa mewujudkan mimpi-mimpi saya yang belum sempat direalisasikan. Saya masih ingin hidup bebas...

Salam,

natalie_ijonk